Saat mentari tebar pada bumi
Senja tampak naik sambut datangnya pagi
Gemerlap hadirnya ilahi
Seindah lentera Tuan putri
Senja tampak naik sambut datangnya pagi
Gemerlap hadirnya ilahi
Seindah lentera Tuan putri
Bagai idhar menyusuri gelapnya jiwa
Lebur dalam tiap tumpukan idhgom yang merana
Memantul dalam ruang masa yang teramat dalamnya
Kini hanyalah sebuah kenangan ikhfa yang meratapi masa
Asmara yang tak kunjung datang
Hilang dan pergi tak tahu arah pulang
Sungguh berat melepas seorang
Teruntuk orang yang tersayang
Terpintas rembulan yang tersenyum
Menerangi bumi di kegelapan malam
Terikat dalam putaran waktu yang mulai tenggelam
Teriring angin menyapa dalam semayam
Hilanglah kenangan-kenangan yang terpendam
Menerangi bumi di kegelapan malam
Terikat dalam putaran waktu yang mulai tenggelam
Teriring angin menyapa dalam semayam
Hilanglah kenangan-kenangan yang terpendam
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Copas itu perbuatan tercela.