Senin, 30 Oktober 2017

Asmara Tajwid


Saat mentari tebar pada bumi
Senja tampak naik sambut datangnya  pagi
Gemerlap hadirnya ilahi
Seindah lentera Tuan putri

Bagai idhar menyusuri gelapnya jiwa
Lebur dalam tiap tumpukan idhgom yang merana
Memantul dalam ruang masa yang teramat dalamnya
Kini hanyalah sebuah kenangan ikhfa yang meratapi masa

Asmara yang tak kunjung datang
Hilang dan pergi tak tahu arah pulang
Sungguh berat melepas seorang
Teruntuk orang yang tersayang

Terpintas  rembulan yang tersenyum
Menerangi bumi di kegelapan malam
Terikat dalam putaran waktu yang mulai tenggelam
Teriring angin menyapa dalam semayam
Hilanglah kenangan-kenangan yang terpendam

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Copas itu perbuatan tercela.

Saudaraku Palestina

Diriku tak pernah liat akan dirimu Diriku tak kenal penghuni negeri mu Namun telinga ini selalu mendengar nama mu Hati ini merasaka...