Selasa, 14 November 2017
Antara Ruang Dan Waktu
Hai ruang di manakah engkau ?
Engkau yang dulu bebas ke arah mana yang kau mau
Engkau yang dulu terus ada dalam hari-hariku
Engkau yang tak pernah meninggalkan kesempatanku
Kini kau tak pernah hinggap
Kini kau sangat gelap
Kini kau terhapus dalam tiap kesibukan yang menatap
Hai waktu di manakah engkau ?
Tahukah dulu aku sangat menyia-nyiakan mu ?
Teramat banyak detik demi detik yang ku lewati
Teramat banyak kesempatan-kesempatan yang terbuang di telan bumi
Kini ku sangat menyelesali
Dengan berbagai keluhan hati
Kapan kau akan datang kembali ?
Merangkul erat dalam jati diri ini
Memikul banyak motivasi
Kamis, 02 November 2017
Insan tak bertulang
Hai pemuda
Pernahkan kau merasakan jiwa ini ?
Pernahkah kau melihat raga ini ?
Sungguh berat yang ku bawakan
Sungguh letih yang ku rasakan
Saat langkah terus berjalan
Mata jarang memejam
Tangan menari-nari keasyikan
jantung berdetak tak karuan
Isak nafas tak lagi berkepanjangan
Hati bertanya sanggup kah diri ini menjalankan ?
Lihat lah kaki ini yang sudah kisut termakan masa
Kulit yang menghitam terbakar mentari
Bulu kepala yang mulai terurai tak tahu kemana
Air bercucuran deras dari indera peraba
Tapi semua ku hiraukan hanya untuk keluarga tercinta
Rabu, 01 November 2017
Nice to meet you the senior
Dalam naungan detik ku selalu bersama
Berjanji dalam hembusan nafas yang saling melengkapi
Hari demi hari ku jalani teriring tawa
Menutup ruang hampa dalam hati
Berjanji dalam hembusan nafas yang saling melengkapi
Hari demi hari ku jalani teriring tawa
Menutup ruang hampa dalam hati
Pada masa itu,
Teringat di pikir kananku
Terbayang melayang singgah dalam qalbu
Pupus harapan dalam tiap kenangan
Terbang menyusuri indahnya hayalan
Teringat di pikir kananku
Terbayang melayang singgah dalam qalbu
Pupus harapan dalam tiap kenangan
Terbang menyusuri indahnya hayalan
Kedua mata yang tak saling berjumpa
Bahu tak kuasa menahan beban dunia,
Merintih dalam setiap ayunan langkah-langkah
Butir-butir air mengalir di pipi yang merona
Sesak tangis tak kuasa di tahan
Sahabat tersayang dalam belenggu asmara
Bahu tak kuasa menahan beban dunia,
Merintih dalam setiap ayunan langkah-langkah
Butir-butir air mengalir di pipi yang merona
Sesak tangis tak kuasa di tahan
Sahabat tersayang dalam belenggu asmara
Langganan:
Komentar (Atom)
Saudaraku Palestina
Diriku tak pernah liat akan dirimu Diriku tak kenal penghuni negeri mu Namun telinga ini selalu mendengar nama mu Hati ini merasaka...
-
Orientasi Taman bunga, Tahukah bagaimana diri ini merasakan kegelapan kisah ini ? Tahukah cara kami melawati ini ? Rasanya kalian hanya...
-
Ketika dulu tak mengenal rasa ini Ku kira ini hanyalah sebuah imajinasi Tapi setelah ku dalami Rupanya ini rasa yang muncul hakiki Ket...